Berita Terupdate
IBX5AA69669434FB
Posted by in , | Agustus 11, 2020 No comments
Masker Kain

Masker adalah salah satu hal wajib saat anda ingin pergi ke luar rumah. Berada di luar ruangan memang lebih berbahaya saat ini karena kemungkinan terpapar virus jadi lebih besar. Oleh sebab itu, masker jadi media yang tepat untuk menangkal penyebaran virus lebih luas. Anda juga harus memperhatikan cara yang tepat untuk memakai print masker agar virus benar benar tidak dapat menjangkau anda. Yuk intip kesalahan yang sering terjadi di sini!

Kesalahan Dalam Memakai Masker yang Harus Dihindari

1. Terlalu Sering Membuka Masker

Droplet atau cairan jadi salah satu media penularan yang paling cepat karena mengandung virus. Oleh sebab itu, anda harus melindungi wajah terutama hidung dan mulut agar tidak ada virus yang menempel. Media yang tepat untuk melindungi ialah masker, sehingga anda tidak boleh terlalu sering membuka masker saat berhadapan dengan orang banyak. Hindari untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa memakai masker yang benar atau membuka masker.

2, Menyentuh Bagian Dalam Masker

Droplet tidak hanya menempel di wajah, tetapi juga kemungkinan menempel di tangan. Anda harus mulai membiasakan selalu cuci tangan saat akan mengambil atau memegang sesuatu hal. Yang sering terjadi justru memegang print masker tanpa cuci tangan lebih dulu. Parahnya, anda tidak sadar memegang bagian dalam masker dengan kondisi tangan yang masih kotor. Disarankan untuk membawa 2 masker saat anda bepergian ke luar rumah.

3. Tidak Mencuci Masker Kain

Banyak sekali yang beranggapan bahwa keluar rumah dengan rentang waktu yang sebentar tidak berisiko tertular penyakit. Hal ini dibuktikan dengan menganggap bahwa masker kain masih tetap bersih dan tidak segera mencucinya. Padahal banyak sekali virus yang mungkin menempel di masker yang sudah anda pakai saat ke luar rumah. Oleh sebab itu, pastikan selalu mencuci masker setelah beraktivitas di luar meskipun hanya sebentar.

4. Mencuci Masker Bersama Pakaian

Poin keempat ini sering kali dilakukan dan tanpa sadar secara berulang ulang. Dilarang untuk mencuci masker kain Bersama pakaian karena kedua hal ini memerlukan perlakukan yang berbeda. Mencuci print masker harus lebih dulu direndam air panas, sehingga virus yang menempel benar benar mati. Setelah itu, masker kain dapat dicuci dengan cara mengucek secara lembut agar bahan tidak terkoyak dan justru mengurangi kerapatannya.

5. Diletakkan Sembarangan

Yang sering kali lupa meletakkan barang tentu tidak jarang juga lupa meletakkan masker kain miliknya. Setelah penutup hidup dan mulut ini dicuci bersih, pastikan selalu menyimpan masker dengan baik. Letakkan di tempat yang terhindar dari debu dan interaksi dengan orang lain. Saat memakainya, anda juga harus menghindarikan dari jangkauan orang lain agar masker yang dipakai senantiasa bersih dan tidak terkena paparan virus dari tangan orang lain.

6. Hanya Menutupi Mulut

Memakai masker selama beberapa jam tentu sangat menyulitkan, terutama untuk orang orang yang tidak terbiasa. Hal ini menyebabkan banyak orang yang menyepelekan memakai print masker kain. Biasanya hanya dipakai untuk menutupi mulut, sehingga bagian hidung terekspos. Hal ini justru meningkatkan risiko penyebaran virus yang ada di udara karena banyak virus atau kuman yang menempel di permukaan masker dan terhirup oleh hidung.

Di masa new normal, masyarakat diwajibkan untuk memakai masker fullprint sebagai salah satu media untuk mencegah penularan virus. Oleh sebab itu, anda juga harus mulai terbiasa memakai masker saat berada di luar rumah. Miliki beberapa potong masker dengan desain yang unik dari custom.co.id sangat menujang penampilan anda. Yang tidak kalah penting, perhatikan cara memakai masker yang tepat agar pencegahan virus lebih maksimal.

Posted by in , | Agustus 06, 2020 No comments
Mitsubishi

Pertumbuhan perusahaan pembiayaan, termasuk perusahaan pembiayaan Mitsubishi di Indonesia, menunjukkan adanya kenaikan pada minat dan daya beli kendaraan beroda empat oleh masyarakat di Tanah Air. Apalagi, pembelian secara kredit memang sangat memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan yang diinginkan tanpa harus menunggu sampai dana terkumpul untuk membeli mobil secara tunai. Sebab, perusahaan pembiayaan yang akan membayarkan pembayaran tunai ke pihak dealer terlebih dahulu dan Anda cukup melunasi nominal pembelian kepada perusahaan pembiayaan secara kredit.

Lalu, seperti apa ya siklus pengajuan kredit mobil baru lewat jasa perusahaan pembiayaan? Terlepas dari apa perusahaan pembiayaan yang Anda pilih, seperti Dipo Star atau lainnya, pada dasarnya siklus yang akan Anda tempuh serupa. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya dalam paragraf berikut yang dilansir dari Carmudi Indonesia.

Hubungi Dealer dan Perusahaan Pembiayaan

Datangi kantor dealer mobil terdekat yang Anda inginkan. Biasanya, pihak dealer atau merek mobil tertentu sudah menunjuk perusahaan pembiayaan sebagai rekan. Contohnya Dipo Star sebagai perusahaan pembiayaan mobil Mitsubishi di Tanah Air yang resmi.

Pada tahap awal ini, Anda tak perlu harus langsung menjatuhkan pilihan dan buru-buru mengajukan kredit, kok. Anda bisa mulai dengan menggali informasi seperti jenis dan model mobil yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial Anda, besaran DP yang dibutuhkan, lama tenor dan besaran cicilan per bulan, suku bunga, syarat kredit, hingga fitur atau bonus tertentu saat pembelian mobil secara kredit.

Konsultasi

Apabila Anda sudah mendapatkan info umum soal kredit mobil, Anda bisa gali lebih jauh dengan berkonsultasi bersama perusahaan pembiayaan pilihan Anda. Dalam tahap ini, diskusikan secara lebih mendalam, termasuk memaparkan kondisi finansial Anda – misal besar gaji bulanan, jumlah tanggungan, dan sebagainya. Dengan begitu, pihak pembiayaan akan dapat membantu Anda memilihkan skema kredit yang tepat berdasarkan kondisi finansial Anda.

Lengkapi Dokumen Pengajuan Kredit 

Setelah Anda membuat keputusan yang mantap berdasarkan hasil konsultasi dengan pihak perusahaan pembiayaan, Anda bisa segera mulai mempersiapkan pengajuan kredit kendaraan. Salah satu persiapan yang penting adalah dari aspek dokumen atau berkas. Selain untuk kebutuhan administrasi, dokumen pengajuan juga dibutuhkan untuk melengkapi dan melindungi proses kerja sama sepanjang masa kredit berlangsung.

Secara garis besar, dokumen yang dibutuhkan dalam pengajuan kredit mobil baru adalah KTP, KK, slip gaji, bukti pembayaran PBB/PDAM/listrik, dan NPWP. Untuk pengusaha, biasanya perusahaan pembiayaan juga akan mensyaratkan adanya SIUP dan akta pendirian perusahaan untuk ikut dilampirkan. Dan apabila Anda memiliki kartu kredit, Anda bisa jadi juga akan diminta melampirkan tagihan kartu kredit selama 3 bulan terakhir. 

Untuk lebih jelasnya, tanyakan pada pihak perusahaan pembiayaan apa saja dokumen yang dibutuhkan. Biasanya, staf perusahaan pembiayaan akan membantu mengirimkan dokumen pengajuan dengan cara “jemput bola”, alias mengambil di rumah atau kantor Anda sehingga Anda tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan.

Pembayaran Uang Muka

Uang muka atau down payment (DP) harus dibayarkan di awal sebelum kredit berjalan dan setelah pengajuan kredit disetujui. Hal ini telah diatur oleh Bank Indonesia dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang mengatur berapa persentase DP dari total harga mobil. Biasanya, DP belum termasuk asuransi, bunga kredit, dan biaya administrasi. 

Demikianlah ulasan tentang siklus pengajuan kredit mobil melalui perusahaan pembiayaan. Semoga informasi di atas berguna, ya.